Labels

senang (16) senior high (12) bestfriends (9) takut (6) cinta (5) XB (4) family (3) junior high (3) mengesankan (3) seapoc (3) seru (3) sedih (2) ga jelas (1) garing (1)

Followers

Search

Tampilkan postingan dengan label ga jelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ga jelas. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Desember 2009

Basi gara-gara liburan

Yah ga ada seru nih liburan begini. Padahal ini yang aku tunggu dari kapan tau dah. Ngapain ya enaknya? Posting postingan basi aja deh. Muntah muntah dah ini mah HUAHAHA

Tips sebelum membaca SMS CERIA saya:
1. Sediakan ember di depan anda, nanti bakalan tau kenapa
2. Jangan ajak anak kecil untuk membacanya, kalo diajak bakalan keracunan
3. Jangan sekali-kali tertawa jika lucu karena efeknya akan fatal
4. Jangan membayangkan hal-hal fiktif dalam pembicaraan ini karena otak anda akan mati seketika
5. Kalo terlalu garing, tambahlah bumbu racikan anda sendiri

Nah gw mau ngasih tau sedikkkiit aja tentang teori dasar SMS CERIA

Sms ceria. Adalah sebuah metode ber-sms yang memuat tentang inspirasi, emosi, dan khayalan2 yg tak terbayangkan sebelumnya.

Dilatar belakangi oleh kejenuhan2 yg melanda jiwa, dan perasaan ingin berbagi cerita.

Tujuannya untuk menciptakan sebuah suasana yg gegap gempita dan dapat menghibur lara....

Cara ber-sms ceria:
-Minta izin temanmu utk ber sms an.
-Gunakan kalimat berbahasa Indonesia yg baik dn benar.
-Bisa memakai ungkapan2 yg mengandung majas2 hiperbola dn personifikasi.
-Jangan menggaring.
-Kejayusan max dilakukan sebanyak 3x.
-Utamakan keceriaan.

Efek samping: anda akan merasa peringkat kegilaan anda semakin menurun, pulsa menipis, dan tidur kemaleman.

Kesimpulan, have a nice day!

Haha.

(c) by ajeng and eska.


HAHAHA sumpah itu si eska yang nulis di komen status fb gw *gw copast aje dah males nulis ulang*. Jadi asal muasal SMS CERIA ini adalah dari gw sama eska.

Eheem eheem begini ceritanyaa... *ssst dengerin!*

Tanggal kejadian : 14 September 2009 Start from : 9:04 pm-12.35 am

Ajeng (A) : "Eskaa, maen yuuuk!"

Eska (E) : "Duh tekanan batin cinta, mulai merasukimu ajeng.. Apa banget si gua.haha. Ayoayo. Tapitapi kamu jaga duluan aku gamau suit. Yah! Jangan ngintip! Ah jaga endok nih!"

A : (Gw ga balesss hehehe)

E : "********************** --maksudnya disensor soalnya depannya berupa rahasia pribadi haha--. Eh apa kabar lo? (berasa 3,5 thn ga ketemu.haha)"

A : "Apaa coba eska? Mulai keluar deh gilanya ckck. Ceilah ini mah elu yang kerasukan TBC. Kaga bae. Tadi abis solat terus berdoa terus nangis deeh."

E : "Ngapa nangis? Yah sayang bgt kita ketemunya masih lama. Sabar jeng, kalo kangen ama gw tasbih aja tiap malem..."

A : "Sedih kebanyakan dosa sama Allah n keluarga gw deeh. Makasih deh ya yang ada tangan gw jempol semua tasbihan buat lo."

E : "Gw kaga ngerti kalimat terakhirnya?"

A : "Ah sudahlah lupakan. Cernalah kata" itu seperti kau mencerna sayuran."

E : "Tapi, mamalia seperti aku, tidak mempunyai enzim selulosa untuk mencerna sayuran dengan baik, karena dalam sayuran mempunyai dinding sel yang amat tebal. Jadi jelaskan padaku sekarang ajeng!"

A : "Hidup dan omongan kita sudah seperti angin tornado ck aku prihatin pada mamalia seperti engkau yang ringkih."

E : "Hah! Itu bahasaku kau tau! Jadi, kurasa kau habis menelaah katakata dalam buku kecintaanku, laskar pelangi, bukan? Hmm.."

A : "Coba kau periksa lembaran buku kecintaanmu itu! Adakah kata" indahku itu? Hah, ternyata kau bukan penggila yang setia. Matamu tak setajam pisau dapur ibuku."

E : "Baik. Aku kalah hari ini untuk beradu argumen tentang ini! Kan kubaca lagi lembar demi lembar buku itu. Ingat! Suatu hari, kita kan beradu dalam kata-kata sarat makna di... SMS CERIA! Pisau kakekku lebih tajam dari milik ibumu!"

A : "Haha! Aku memang seorang penggembala argumen yang lihai. Tidak! Pisau ibuku jauh lebih tajam karena kemarin ibuku baru saja mencincang sebuah cabai yang begitu panas! Oke, aku tunggu batang hidungmu. Dan kau tau... Sekarang aku merasa sistem organ kita tersendat sesuatu yang membuat kita gila argumentasi."

E : "Apa? Hanya karna memotong cabai kau katakan pisau ibumu lebih tajam dari pisau kakekku? Kau tau? Kemarin kakekku menebang pohon beringin hanya dengan pisaunya! Percayakah? Ku yakin tidak. Oh ya, kira-kira otak bagian mana yang mengatur kita untuk berargumen ya?"

A : "Bukan hanya karena memotong cabai, tapi kemarin ia mencukur habis rambut ketiak anjing tetanggaku yang sudah seperti akar bergantung. Aku yakin ada otak lain yang bersembunyi di balik batok kepala kita."

E : "Apa aku salah melihat atau kau yang salah menulis? Anjing memiliki bulu ketiak? Aku meragukan argumen tersebut. Aku rasa, otak itu mulai muncul dan menguasai pikiranku sejak ku khatamkan ke 4 buku maha karya andrea hirata"

A : "Aku tidak meragukan itu. Aku rasa anjing itu memiliki kelebihan pada otaknya sehingga ia bereksperimen untuk membuat bibit bulu ketiak. Dan yang aku tau ia terobsesi dengan bulu ketiak majikannya. Aku rasa, otak argumen itu muncul sejak aku minum minuman bersoda."

E : "Baik aku dapat menerima argumen tentang anjing itu barusan. Kurasa hewan anjing sangat pencemburu. Apakah ini kebetulan? Kau tau, aku juga baru saja minum minuman bersoda! Ha! Kandungan CO2 yang terlalu tinggi, rupanya memabukkan otakku! Ha!"

A : "Yah, aku juga sependapat dengan pikiranmu. Anjing itu terlalu terobsesi dengan bulu ketiak majikannya sehingga ia tersandung dan menyebabkan wajahnya menjadi mirip seekor kucing. Mungkin bisa dibilang begitu. Kandungan gas CO2 membuat kentutku memproduksi gas beracun yang bisa mematikan benda mati menjadi lebih mati."

E : "Kau lucu. Ajeng. Kau jangan terlelap. Temani aku mengerjakan tugas dari guru. Bersama. Kali ini aku mengerjakan tentang percakapan orang barat (b.ing) ayo."

A : "Kau membuat uratku lemas dan tak kuasa meneteskan airmata. Aku tak tertarik mengerjakan tugas yang seperti menertawaiku itu. Aku belum bisa berdamai dengan mereka. Maaf. Kau kerjakan sendiri saja tugas tak tau diri itu. Asal kau tau, aku lelah dengan tugas, ck."

E : "Tidaaak! Itu artinya aku akan terbangun dalam sendiri dalam pekatnya malam... Jangan terlelap.. Kita harus bersamaaa.."

A : "Aku takkan membiarkanmu sendiri. Kita akan mengarungi gelap bersama. Kau tau, menjijikkan sekali aku berkata seperti itu cuih!"

E : "Dan kau perlu tau. Perutku serasa ditusuk rajam, dan aku kehilangan pikiran karenanya. Jadi, apa topik malam ini?"

A : "VMJ adalah topik yang menarik menurutku. Bagaimana dengan itu?"

E : "Hemmm.. Tepat sekali. Jadi ada yang mau memberi pendapat atau pertanyaan terlebih dahulu?"

A : "Ah asmara itu memang indah namun penuh rintangan. Aku benci itu! Dimabuk asmara seperti menelan ribuan pil yang membuat melayang. Aku tak suka melayang! Karna jatuhnya akan sakit. Seperti ditusuk pisau tajam ibuku yang lebih tajam dari pisau kakekmu."

E : " Sekali kukatakan padamu.. Pisau kakekku lebih tajam! Oh cinta cinta. Memang basi pernyataan ini, tapi cinta seperti kupu. Tak tau datang darimana, ingin ku tangkap ia menghindar, hingga lelah aku mengejar, suatu ketika langitku pudar, aku terdiam tegar, menanti sabar, dan kupu itu pun datang, aku tersenyum lebar. Tapi kapan?"

A : "Oke, akan kubuktikan padamu kalau pisau ibuku lebih tajam! Kau tau, ketika kita membicarakan cinta, kita menjadi manusia melankolis yang gampang menangis. Bisakah kita bicara cinta seperti kita membicarakan pisau tadi? Kau adalah pujangga dadakan yang jenius."

E : "Buktikan padaku kalau pisau ibumu lebih tajam! Ada apa gerangan? Baru tersakiti oleh cinta kah dikau? Tapi kadang cinta adalah racun. Memang inspirasiku datang tiba-tiba, bahkan disaat aku menahan kentut barusan"

A : "Taukah kau gagang pisau ibuku terbuat dari salah satu bagian senjata api? Hah, aku yakin kau tak tau. Aku rasa tidak. Hanya baru saja aku merasa seperti keledai dalam film kartun yang gambarnya ada pada kesetku. Kentutmu itu membuat mahakarya baru yang membuat aku tercengang."

E : "Senjata seperti apa yang mampu membuat pisau ibumu itu tajam, hah? Keledai? Tidak adakah objek lain? Mengapa kau memiripkan dirimu dengan keledai, hai anak adam yang terkena panah asmara? Ya, kentutku memang istimewa"

A : "Senjata milik bapakku yang dilapisi baja kuat. Karena aku terlalu bodoh dalam persoalan ini kawan! Tapi tak seistimewa kentutku. Ah sayang..."

E : "Pisau kakekku dari mendelevium kau tau! Oh, mengapa kau katakan seperti itu? Bukankah kau lebih satu dua pengalaman tentang cinta itu dibanding diriku? Kentut tidak dapat diprediksi memang."

A : "Aku terlalu bodoh untuk mencerna kata-katamu. Tapi aku selalu terjebak dalam situasi yang sama yang membuat aku merasa bodoh. Kentut merupakan berkah dari Tuhan. Jika sehari saja kau tidak kentut, kau akan merasakan penderitaan berkepanjangan."

E : "Cinta hanya menunggu masa.. Jadikan dirimu mawar ranum dalam kaca hingga seorang adam dapat memeluk cinta yang kau pelihara dan menjaganya. Dan benar, salah satu tulang rusuknya ada padamu, selama ini begitu dekat, tepat dihatimu, karna dia kan mendengar apa yang dibilang hatimu. Dan ia jodoh yang sempurna buatmu. Aku juga mau..." (ini kata"nya bagussss hehehe)

A : "Aku seperti disambar ribuan tamparan dalam hati. Aku tersadar dan bangun. Tak bisa kubayangkan betapa indahnya perumpamaan kata-katamu itu. Ah, kau sungguh jenius."

E : "Mengapa tamparan? Tak jutaan melati saja yang menghujanimu? Ah biasa aje.haha (maksudku, sungguh ini biasa)"

A : "Karna kau tau yang kau katakan itu benar. Aku rasa kejiwaan kita sudah melampaui batas waras."

E : "Makin hari habis, biasanya makin habis pula cadangan kewarasanku. Ha. Lalu, apakah kau terlalu lelah buat membahas topik ini selanjutnya?

A : "Tidak. Aku pikir kita ganti topik saja. Sekarang giliranmu."

E : "Aku baru saja berkirim pesan pada pujangga hatiku saat ini"

A : " Apa yang kau katakan padanya?"

E : "Tentang i'tikaf. Kau tau? Aku rasa ia orang baik, ia sudah beritikaf di masjid beberapa kali. Namun bagaimana menurutmu kawan?"

A : "Aku buta tentang i'tikaf. Menurutku, ia taat agama dan bisa membawamu pada jalan yang benar. Bisakah mengajariku sedikit tentang i'tikaf?"

E : "Menurutnya, itikaf hanya dilakukan kaum adam. Kita mungkin bisa melaksanakan hal serupa di rumah, untuk menghindar dari pandangan berbahaya antara ikhwan dan akhwat. Kawan, haruskah aku percaya pada hatiku?"

A : "Tapi aku masih bingung apa yang dilakukan saat i'tikaf. Ya. Kau harus percaya. Namun kau harus meminta petunjuk Yang Kuasa untuk menuntunmu di jalan-Nya."

E : "Aku juga tidak tau i'tikaf itu apa. Bukan, untuk yang saat ini aku tidak menganggapnya serius, hanya sebagai pemanis dalam hidupku... Karna yang kulakukan adalah menyiapkan hatiku untuk pujangga hati sejatiku. Tentu, Yang Maha Kuasa pun Maha Tau. Bagaimana dengan pangeran hatimu?"

A : "Ku kira.. Kau ini terlalu berhati-hati dalam menata hati. Aku tak tau. Hanya ingin sekedar mengaguminya namun sulit. Aku tak paham apa mau hatiku."

E : "Aku tidak ingin hati ini kuberikan pada yang tidak bisa menjaganya. Hatimu tau apa yang terbaik buatmu.. Ku yakin semua seperti itu.."

A : "Hidupmu pasti indah.. Maksute? (Maksudnya, apa maksudmu?)

E : "Pernyataanmu adalah tidak benar. Maksudku, kau pasti tau apa yang kau ingin, dan kau tau apa yang kau ingin, dan kau tau apa yang baik dan tidak buat dirimu, jawabannya ada dalam dirimu.. Andrea hirata pun berkorban banyak untuk cinta sejatinya a ling.. Aku ingin jadi a ling."

A : "Dalam arti sempit, itu benar menurutku. Aku tidak sanggup membalas kata-kata jeniusmu. Cukup jadi dirimu saja suatu saat kau akan menjadi seperti a ling. Mudah-mudahan.."

E : "Oke dech. (maksudku baiklah) Adakah hal lain yang ingin kau membaginya denganku?"

A : "Aku mulai jenuh dengan bahasa yang aneh ini ck. Ga nyangka kita setengah gila!"

E : "Lo baru aja membuka satu sisi dari diri gw yang slama ini ga pernah ada orang lain yang tau. Hemmm.. Sahabat-sahabat gw dulu bahkan ga tau.. Hebat kau jeng, ckckck."

A : "Lo punya berapa sisi??? Haha biasa aja ko udah biasa gw mah buka kedok orang. Eh bahasa yang kita pake tadi bahasa apaan sih?"

E : "Sebeneran gw bersisi-sisi sih. Apadeh. Haha. Bahasa tadi tuh bahasa puitis. Karena terkandung banyak makna dalam tiap katanya. Adoh gw mulai, ck."

A : "Pasti lo udah ngantuk nih ye?"

E : "Ah tau aja lo ah.. Jadi enak.. Weeek.."

A : "Yaudah sono merem dadaaah."

E : "-_____- ini uda mau merem. Uda ah. Bonne nuit!"


Zzzzzzzt.


GARING GARING GARING.*

CRUNCHY CRUNCHY CRUNCHY.*

*nada anak kecil ngatain temennya.

Oke, itu percakapan tergaring yang pernah saya temui selama saya bernapas. Dan maaf untuk semua pihak yang tersinggung seperti pisau dan anjing, ini hanya candaan belaka kok! Bener deh!!

Jika salah satu tips yang telah saya sebutkan terjadi, maka.... Subahanallah banget ya! HAHAHA *apasiiih*

Dan satu lagi, aku baru menyadari kalo teman sebangkuku itu punya kelebihan dalam sastra karena kentut ajaibnya. Waaaaw keren kau nak!

Ayo silahkan coba ber-SMS CERIA dengan teman yang anda cintai (?)

Maaf kalo abis baca ini kalian ngeces seember.

Babaaaaaay!
 

Blog Template by YummyLolly.com
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates